Mataku lelah mata ku memerah. Suntuk aku sempat dibuatnya. Memandang layar komputer dengan sejuta hati penuh tanya.
Aku bingung harus bagaimana sebaiknya. Mataku merah mataku lelah.
Terasa ngantuk menjadi pekat menjelang detik detik sore yang sesungguhnya. Mataku semakin merah dan mataku bertambah lelah.
Waktu sudah menunjukan tanda petang. Itu berarti aku bersiap untuk pulang. Aku lari ketoilet untuk membasuh wajah yang kusam dan tak cerah. Aku menatap dalam dalam hingga aku mendekatkan wajah ke depan cermin.
“Oh Tuhan… Mataku merah, mataku lelah”

Tidak ada komentar:
Posting Komentar