Kamis, 24 November 2011

Last Internship


25 November 2011
Jam dikantor menunjukan pukul 2 kurang 10 menit. Suasana kantor masih seperti tadi, tidak begitu ramai. sebagian ada yang pergi keluar bertemu dengan klien-nya. Disini terjadi sunyi hanya terdengan suara keyboar komputer dan sendu - sendu tembang lawas tahun 90-an yang aku rasa tidak asing. 
Langit diluar sedikit mendung, tadi pagi sempat terjadi gerimis yang cukup untuk membuat tanah menjadi becek. Aku sesekali menengok kesudut ruangan nampak masih ada orang yang sedang sibuk dengan pekerjaan, ada juga yang sedang browsing dan terlihat televisi yang dibiarkan menyala.
Aku sadar hari ini tanggal 25 november 2011. Ini hari terakhir aku Kerja Praktek yang sudah aku tempuh kurang lebih tiga bulan. Suara hak sepatu yang melaju begitu cepat dan suara telpon berbunyi memecahkan kesepianku didepan komputer. Waktu berjalan begitu cepat. Tinggal beberapa jam lagi aku akan mengakhiri tugasku disini sebagai desainer grafis sebuah event organizer. Aku pasti bakalan kangen duduk berjam - jam didepan komputer sambil dikejar deatline yang kadang memaksa aku pulang kerja hingga larut malam. 
Tadi pagi aku pun sudah menyerahkan form laporan kerja praktek pada mentorku untuk membantu memberi penilaian selama aku berada disini. Aku berharap sekali hasilnya itu yang terbaik buat aku meski didalam hati berharap mendapatkan nilai yang bagus hehehe. Semoga selama aku disini aku benar - benar bisa membantu jalannya acara yang diadakan dikantor ini untuk mendesain item promosi dan lain - lainnya. 
Aku sedikit berbincang - bincang juga dengan ibu uli, orang pertama yang aku kenal ketika aku tengah bingung didepan lift didekat kantor. Dia selalu menanyakan kesan kesan aku selama berada disini. Menanyakan skripsiku dan selalu mengingatkan aku selama kerja. Dia sedikit bawel sih tapi dia sudah ku anggap seperti ibu ke dua dikantor. Cuma sama dia aku berani izin kalau - kalau aku malas kekantor dengan alasan kuliah atau acara keluarga hehehe betapa jahatnya aku. Tapi jujur orang yang paling aku kangenin dikantor itu cuma ibu uli. Dia berencana pulang lebih cepat hari ini. Itu berarti aku tidak sempat pamitan dan salam perpisahan kepadanya. Pengen sekali minta foto bareng, tapi malu sama teman-teman kantor yang lainnya takut diledekin hehehehe.
Secara keseluruhan, orang - orang dikantor ku semua baik - baik, Mereka baik kepadaku dengan caranya masing - masing dan berbeda satu sama lain. Aku bakalan rindu dengan kantor ini. Dengan orang - orang hebat yang selalu sukses setiap membuat event. 
Terimakasih untuk HRD ku yang wajahnya khas dengan hatinya yang baik dan kesabarannya menunggu aku untuk bisa kerja praktek ditempatnya. Kepada mentorku yang cantik. Yang namanya mengingatkan aku dengan sebuah film disney ‘Anatasya’. Ibu uli yang aku anggap ibu sendiri dikantor ini. Mbak pandan yang cantik dengan rambut pirangnya. Mas bambang desainer keren dikantor dengan rambut gondrong yang fanatik dengan bang iwan fals dan almarhum benjamin. Mas bagus yang pertama kali aku kenal dengan wajah seram tapi kocak. Koko daniel yang meskipun berpostur tubuhnya kecil namun brilian. Mas bayu yang kalau ngomong kaya orang mabok (kadang aku suka ngak jelas dengernya :p) Mbak agnes yang imut yang selalu aku cari kalau aku ada maunya hehehe.Mas Rahmat officeboy yang super rajin dan gaul. Teman - teman magangku yang lainnya, monic yang hari ini sedang sakit dan si ceriwis desi. Mereka dari London School lho hehehe. Teman - teman freelancer Mas adhis, mbak rini, dan uthe yang aku kenal cuma beberapa hari saja. Pokoknya tanpa kalian KP aku bakalan terasa tawar hehehe. 
Setelah ini masih banyak kerjaanku yang masih menunggu. Menulis laporan KP dan memikirkan mau mengambil tema apa saat TA yang kurang lebih 2 bulan lagi akan aku jalanin. Semoga semua lancar hingga apa yang aku targetkan tercapai. Terimakasih juga buat ayahku yang tidak sempat melihat aku bikin TA dan wisuda nanti. Mama aku yang paling aku sayang dan keluarga yang selalu mendukung kegiatan kuliahku. Aaaaaaah ngak kerasa air mata ini berlinang hahahaha :D 
Thanks Allah :)

Selasa, 15 November 2011

Makan Siang Yang Menyenangkan






Jakarta siang yang cuaca sedikit agak mendung. Jam hampir menunjukan pukul 12 itu berarti waktu makan siang akan segera dimulai. Aku dan temanku, sebut saja Monik sudah merapihkan meja dan dia mulai mengambil dompet dalam tasnya. Seraya aku berjalan keluar bersamanya aku langsung memberikan kode untuk mengajak makan siang bersama - sama. Aku bbm teman - teman yang lainnya untuk makan siang bareng dan berjumpa disebuah kantin kecil milik kantor yang terbilang pengap karena terletak dilantai paling bawah. Aku sih menyebutnya basement jajan bukannya kantin hahaha

Satu persatu temanku yang lainnya berdatangan seperti ervan (kayaknya bukan nama sebenarnya) dan tidak lama disusul oleh Iman (bukan nama sebenarnya juga). Kita semua duduk disekitar meja yang tidak terlalu luas namun cukup untuk kami berlima (karena dipaksa dngan menambahkan kursi)

Berbagai cerita mulai dibincangkan dari Desi (temanku satu redaksi bersama monik) dia menceritakan terus terang kepada Ervan bahwa temannya yang beberapa hari lalu berpapasan suka padanya. Ervan menolak aku dan yang lain hanya ketawa saja.
Lalu di lanjut ke Iman yang kata Desi dia punya pacar anak LSPR. Aku cuma mesem saja siapa orang yang dimaksud hahahaha.

Makan siang berlanjut seperti biasanya. Setelah habis menyantap makanan yang kita pesan masing - masing ceritapun berlanjut. Mulai dai A - Z kita semua tertawa jika ada cerita yang konyol. Tak lama kemudian temanku satunya lagi datang. Yogi namanya. Kata Desi dia mirip pak bos (sensor).

Hampir tiga puluh menit berlalu begitu saja. Badanku terasa gerah dan pengap karena suasana kantin yang makin ramai ini. Aku terdiam seketika, mungkin ini jadi makan siang yang menyenangkan untuk terakhir kami berkumpul disini. Pasalnya temanku Iman dan Yogi mereka magang hanya tinggal beberapa hari lagi disini. Setelah itu mungkin aku hanya akan makan siang bareng Monik, Ervan dan Desi. Mungkin agak sedikit sepi nantinya. Mungkin juga ini akan dikenang oleh mereka yang merasakan kebersamaan ini.

Aku berharap sih suatu hari nanti komunikasi kita tetap terjalin meski beda kuliah, kerja dan tempat tinggal. Benar - benar makan siang yang menyenangkan menurutku :)

Mataku merah, mataku lelah




Mataku lelah mata ku memerah. Suntuk aku sempat dibuatnya. Memandang layar komputer dengan sejuta hati penuh tanya.
Aku bingung harus bagaimana sebaiknya. Mataku merah mataku lelah.
Terasa ngantuk menjadi pekat menjelang detik detik sore yang sesungguhnya. Mataku semakin merah dan mataku bertambah lelah.
Waktu sudah menunjukan tanda petang. Itu berarti aku bersiap untuk pulang. Aku lari ketoilet untuk membasuh wajah yang kusam dan tak cerah. Aku menatap dalam dalam hingga aku mendekatkan wajah ke depan cermin.

“Oh Tuhan… Mataku merah, mataku lelah”

HUJAN





Menjelang petang, langit mendung diatas kota jakarta yang merata. Aku yang pulang kerja agak sedikit khawatir karena tidak membawa payung. Aku berharap sama Tuhan supaya jangan dulu turun hujan. 


Air dari langit pun sedikit demi sedikit turun dikala itu. Aku dan orang - orang yang juga sedang menunggu bis mulai panik. Tak lama bis yang akan aku tumpangi dari arah tomang menuju tangerang pun datang. Aaaah berdesakan. Tas aku tertekan. Aku sedikit marah karena dalam tasku terdapat leptop yang begitu sangat berharga. Leptop itu tepat aku beli 1 tahun lalu kado terakhir dari bapak sebelum dia pergi menghadap-Nya. Aku sangat sayang sekali dengan leptopku ini. Aku mau menaruhkan nyawa untuknya. hehehe
Hujan pun semakin deras membasahi langit yang mulai gelap itu. Aku bersyukur karena sudah didalam bis meski berdiri bersama orang - orang yang kepayang setelah pulang kerja seharian. Aku berpikir sejenak, aku sadar tidak pernah membawa payung. Padahal tadi pagi mama sempeng ngingatin tapi aku abaikan. Sedikit menyesal, tapi yasudahlah hujan sudah turun. Deras… dan badan ini terasa mengigil karena cuaca yang hujan ditambah aku berdiri tepat dibawah AC.
1 jam berlalu. Aku masih dengan ipod ku mendendangkan lagu Timbland feat Veronica Gardner berjudul Give it a go. Leher dan seluruh badanku seraya ingin bergerak sambil mengingat beberapa adegan film Real Steel yang sempat bikin bergoyang.
Aku hampir sampai ketujuan, rumahku didaerah tangerang. Hujan pun makin deras. Nyaris merata dalam pandanganku. Aku turun tepat dibawah fly over sambil menunggu angkot yang kosong. Setelah 15 menit berlalu aku turun dari angkot didepan gang rumahku. Hati yang ingin segera sampai dirumah karena lelah bekerja seharian. Tanpa pikir panjang pula aku langsung menerobos hujan yang sedikit mereda. Aku melindungi tas yang berisikan barang berharga agar tidak terkena hujan. Setelah jalan 5 menit bajuku basah semua. Aku tidak menghiraukan.
Setelah sampai didepan rumah aku segera masuk dan tak lupa menutup pintu pagar yang terbuka lebar dari tadi. Mataku memandang kursi panjang tua berwarna merah kotak - kotak. Didepan rumah terlihat sepi. Aku jadi teringat seseorang. Yap, aku mengingat bapak :) Dulu setiap pulang kuliah dan hujan - hujanan aku selalu dimarahinya. Tapi kini sekarang telah menjadi kenangan. Aku cuma bisa mengingat sambil menahan rasa kangen ini kepadanya. Aku kangen kalau hujan - hujan begini. Biasanya dia selalu minta dibuatin mie instan dan makan berdua sambil berbincang - bincang. 
Hujan kali ini benar - benar membawa aku kemasa lalu. Masa dimana bapak yang paling aku sayang selalu marah - marah setiap aku masuk rumah dalam keadaan basah - basahan. 
“Aku tau bapak ada disini. dikursi itu. melihatku dan ingin melarangku masuk kedalam rumah.” kata ku dalam hati. “miss you…”